Ada beberapa tempat di Indonesia yang bisa kamu jadikan tempat tujuan
wisata untuk merasakan kemeriahan tahun baru Imlek nah kamu mau tahu
tempat apa aja itu simak 5 Tempat Untuk Rayakan Kemeriahan Imlek di
Indonesia berikut ini yang dikutip dari terselubung.in
1. Kelenteng dan Pasar Petak Sembilan, Jakarta
Kelenteng ini keseluruhan gedungnya didominasi warna merah dan
dikelilingi oleh tembok. Pintu utamanya berada di Selatan, berupa gapura
naga merah.Sebelah kiri gerbang ada deretan tiga kelenteng tua.
Di halaman kedua terdapat kelenteng utama menghadap Selatan berikut
dua singa (Bao Gu Shi) yang konon berasal dari Provinsi Kwangtung,
Tiongkok Selatan.
Menjelang Imlek, kelenteng yang telah dirapikan dan dilakukan cat
ulang itu tidak akan pernah sepi dikunjungi oleh para pengunjung
terutama masyarakat Tionghoa yang akan bersembahyang.
Kemeriahan menjelang Imlek juga terlihat di sejumlah pasar
tradisional yang biasa dikunjungi masyarakat Tionghoa, seperti Pasar
Petak Sembilan di seberang pusat elektronik Glodok, Jakarta Barat.
Di Pasar ini dijual aneka manisan kering seperti kana, buah plum, dan
kulit jeruk yang dimaniskan. Makanan yang berasa manis seperti manisan
dan permen dipercaya warga keturunan Tionghoa sebagai perlambang hidup
yang manis.
Di sana juga banyak dijual buah khas Imlek seperti jeruk, leci, dan
buah plum.Aneka jeruk terutama jeruk Mandarin, dan jeruk Bali banyak
diborong pembeli karena jeruk dianggap buah simbol persaudaraan dan
kerukunan.
2. Kelenteng Tek Hay Kiong, Tegal
Kelenteng berusia 300 tahun lebih ini berdiri di atas tanah seluas
4500 meter persegi. Kelenteng ini sebelumnya bernama Cin Jin Bio. Adapun
nama Tek Hay Kiong dapat diartikan juga Istana dari Konco Tek Hay Cin
Jien yang merupakan gelar kebesaran dari Kwee Lak Kwa.
Bagi masyarakat Tegal dan sekitarnya, Konco Tek Hay Cin Jien dipuja sebagai Dewa Pelindung.
Di kelenteng ini setiap tahun menggelar acara antara lain Sembahyang
Pantai dengan mengundang kelenteng-kelenteng dewa laut dari kota di
Pantai Tegal.Lalu Kirab Toa Pe Kong dimana Kelenteng Tek Hay Kiong
mengeluarkan delapan tandu, sembahyang rebutan/Tiong Guan, dan upacara
Sejit Tek Hay Cin Jin yang diadakan secara besar-besaran untuk merayakan
hari pertama Kong Co Tek Hay Cin Jin datang ke Tegal.
3. Phak Khak Liang dan Vihara Dewi Kwan Im, Bangka
Kedua tempat yang bernilai histori religi ini bisa menjadi pilihan
Anda untuk berwisata Imlek dan Cap Go Meh. Phak Khak Liang menjadi saksi
bisu sejarah penambangan timah di Bangka yang kemudian dijadikan
kawasan wisata yang dipenuhi bangunan bergaya China.
Lokasinya berada di Belinyu, 57 Km dari Sungailiat. Selain itu ada
Makam Cok Tien, putri dari Bong Kiung Fu, seorang tokoh China yang
mendirikan Benteng Kuto Panji. Makam ini berada di Benteng, 1,5 Km dari
Kota Belinyu.
Sedangkan Vihara Dewi Kwan Im berada di Desa Jelitik, sekitar 15 Km
dari Kota Sungailiat, tepatnya di bawah kaki bukit yang dialiri
sungai. Oleh warga keturunan Tionghoa di sana, airnya dipercaya dapat
menyebuhkan berbagai penyakit dan bisa bikin awet muda. Di objek ini
terdapat kolam pemandian dan vihara kecil untuk sembahyang.
4. Kota Seribu Kelenteng, Singkawang, Kalimantan Barat
Singkawang setiap perayaan Imlek dan Cap Gomeh rutin menggelar acara
secara besar-besaran. Ada lima acara besar yang kerap diadakan seperti
lomba hias lampion se-Kota Singkawang, malam kesenian yang dilaksanakan
pada malam Imlek, pawai kendaraan hias, Cap Go Meh, dan malam ramah
tamah. Dalam parade kendaraan hias kita dapat menyaksikan Tatung, Loya,
dan Barongsai.
Di kota ini saat acara Cap Go Meh, kita dapat menyaksikan pertunjukan
Tatung.Tatung adalah media utama Cap Go Meh. Atraksi Tatung dipenuhi
dengan mistik dan menegangkan, karena banyak orang kesurupan, dan
orang-orang inilah yang disebut Tatung.
Uniknya di Singkawang banyak pribumi atau orang Dayak yang juga turut
serta menjadi Tatung, mereka terdorong berpartisipasi karena ritual
Tatung mirip upacara adat Dayak.
5. Kelenteng Sampo Kong, Semarang
Gedung Batu Sam Po Kong adalah petilasan, bekas tempat persinggahan
dan pendaratan pertama Laksamana China bernama Zheng Ho(Cheng Ho) atau
juga dikenal sebagai Sam Po Tay Djien. Gedung ini terletak di daerah
Simongan, sebelah Barat Daya Kota Semarang.
Disebut Gedung Batu karena bentuknya berupa gua batu besar di kaki
bukit batu.Gedung ini kini menjadi tempat peringatan, sembahyang, dan
berziarah. Di dalam gua batu ada altar dan patung-patung Sam Po Tay
Djien.
Pada malam Imlek dan Cap Go Meh masyarakat berbondong-bondong ke
Kelenteng Gedung Batu Sampo Kong. Mereka ada yang bersembahyang dan
banyak pula yang sengaja datang untuk menyaksikan aneka pertunjukan
rakyat dan wayang kulit sejak malam hingga dini hari.
Selain itu, di sana banyak pedagang beragam penganan seperti lontong
cap gomeh dan wedang dari kacang godhog, tebu, sekoteng, dan ronde.